Communicating About Research
Oktober 2016
ABSTRAK
Proposal penelitian membahas penelitian apa yang diharapkan, bagaimana penelitian yang dimaksud dikerjakan dan mengapa penelitian ini diharapkan. Penting
dalam suatu proposal dilakukan identifikasi permasalahan dan masalah yang akan
dibahas harus menonjol agar pembaca dapat dengan mudah mengenalinya. Kajian literatur menyediakan latar belakang dan konteks dari suatu permasalahan penelitian. Arti penting dari penelitian yang diusulkan dapat diatasi dalam meninjau bagian sastra. Tinjauan literatur harus mengungkapkan bahwa penulis memiliki pemahaman yang baik dimana penelitian dimaksudkan. Banyak komunikasi tentang penelitian yang dilakukan dengan bahasa tertulis, diantaranya proposal penelitian dan laporan penelitain. Akan tetapi, komunikasi tentang penelitian juga banyak dilakukan secara verbal, misalnya pada presentasi dalam sebuah konferensi.
Kata Kunci: komunikasi, penelitian, proposoal, laporan ketikkan 3-5 kata kunci di sini,
pisahkan dengan koma di antaranya
1. Bagian Utama dari Proposal Penelitian
Proposal penelitian membahas penelitian apa yang diharapkan, bagaimana penelitian yang dimaksud dikerjakan dan mengapa penelitian ini diharapkan. Mempersiapkan proposal penelitian melibatkan tentang usulan daripada proyek penelitian yang selesai. Bagian dari proposal penelitian mencerminkan pernyataan dari jawaban tersebut. Penulisan judul dan subjudul dalam proposal penelitian mungkin terdapat perbedaaan antara satu dengan yang lainnya. Meskipun begitu, terdapat format umum untuk isi dari suatu proposal penelitian.
Panjangnya suatu proposal penelitian bervariasi, tergantung berbagai faktor termasuk besarnya penelitian yang diusulkan dan kompleksitas prosedur yang digunakan.
Format umum dan bagian – bagian dari suatu proposal adalah konsisten dan secara garis besar dapat dilihat di Gambar 1.
Gambar 1. Garis besar bagian - bagian dari Proposal Penelitian.
1. Identifikasi
Permasalahan
Pembahasan tentang permasalahan penelitian dan
hipotesis disajikan dalam awal bab. Penting dalam proposal bahwa masalah harus
menonjol agar pembaca dapat dengan mudah mengenalinya. Beberapa terdapat
permasalahan yang tidak jelas dan kurang dirumuskan dan pembaca menjadi sulit
untuk mengenali permasalahan yang dibahas. Studi penelitian kualitatif dan
studi penelitian kuantitatif memiliki perbedaan. Studi penelitian kualitatif
lebih cenderung memilki sedikit pernyataan masalah umum dibandingkan penelitian
kuantitatif.
Pernyataan masalah datang di bagian awal proposal
penelitian. Biasanya ada beberapa ungkapan pengantar. Berikut ini beberapa
ungkapan pengantar, Masalah penelitian yang diusulkan ini adalah, Pertanyaan
penelitian yang akan dibahas adalah, Tujuan dari penelitian ini adalah dan
Secara khusus, masalah penelitian adalah. Beberapa hipotesis yang terkait atau
pertanyaan – pertanyaan dan definisi operasional yang kemudian ikut dalam
proposal. Tidak ada gunanya memisahkan pernyataan dari masalah dan hipotesis
karena kedua laporan penelitian dan proposal memerlukan identifikasi dari suatu
masalah. Istilah yang digunakan dalam menggambarkan masalah penelitian harus
didefinisikan, terutama setiap hal yang mungkin terjadi ambigu untuk diartikan.
Identifikasi masalah tidak harus menjadi terlalu berantakan dengan definisi
operasional. Definisi seperti variabel yang akan diukur dapat diberikan di
bagian metodologi, dimana pengukuran dijelaskan dibanding dengan pernyataan
permasalahan, terutama jika definisi operasional yang agak rumit.
2. Kajian
Literatur
Kajian literatur menyediakan latar belakang dan
konteks dari suatu permasalahan penelitian. Proposal yang ada mungkin berbeda
panjangnya di bagian kajian. Proposal disertasi sering mengandung lima belas
atau lebih dua kali lipat halaman di kajian. Mungkin untuk memasukkan setiap
potensi studi yang relevan di bagian kajian dan penulis proposal harus selektif
dalam hal tersebut. Dengan survei dan penelitian eksperimental, hasil dari studi ditinjau dan hasil tertentu dapat dimasukkan ke dalam kajian. Untuk penelitian kualitatif, seperti penelitian etnografi, kajian akan cenderung berfokus pada konsep-konsep umum atau luas. Misalnya, peneliti mungkin mengidentifikasi kemungkinan konsep teoritis yang mungkin berguna selama pengumpulan dan analisis. Ulasan harus membenarkan kebutuhan untuk studi mendalam.
Arti penting dari penelitian yang diusulkan dapat diatasi dalam meninjau bagian sastra.
Hal ini sesuai bahwa kebutuhan untuk penelitian harus dibahas di sini dan kebutuhan terkait dengan signifikansi.
Salah satu tanda dari resensi berpengetahuan adalah kemampuan untuk memilih informasi terkait, mengikatnya bersama-sama untuk menyediakan permasalahan yang dimengerti dan latar belakang permasalahan, dan menunjukkan kontinuitas antara ide-ide dalam literatur dan masalah penelitian. Tinjauan literatur harus mengungkapkan bahwa penulis memiliki pemahaman yang baik dari daerah di
mana penelitian dimaksudkan.
3. Prosedur
atau Metode
Pada bagian ini proposal penelitian akan sangat
bervairasi bergantung pada tipe penelitian yang diajukan. Variasinya tidak
hanya dalam isinya tetapi juga panjang dari proposalnya. Subheadings seperti desain, pemilihan lokasi, sampel, analisis
data tidak hanya akan membantu penulis dalam mengidentifikasi dan menggambarkan
berbagai aktivitas, tetapi juga membantu pembaca untuk memahami keberlanjutan
dari berbagai aktivitas. Dalam proposal penelitian ethnographic bagian
ini akan mengelompokan beberapa masalah, yaitu :
1.
Pemilihan
lokasi dan sampel, punya tujuan atau acak.
2.
Peran dari
peneliti
Peran peneliti
3.
Prosedur
pengambilan data: Observasi, wawancara, kuisioner, dan teknik atau metode
lainnya
4.
Presentasi
data dan analisa data yang induktif
5.
Keterbatasan
desain
Ketika mendeskripsikan pemilhan tempat, suatu kasus harus dibuat ditempat yang menyediakan pengaturan yang sesuai untuk penelitian.
Peran seorang peneliti contohnya peneliti yang memiliki hak khusus harus dijelaskan bersama dengan prosedur pengumpulan data.
Penelitian ethnographic melibatkan catatan bersama dengan data
yang lain, sehingga harus dijelaskan bagaimana informasi ini akan dianalisa, bahkan jika hanya yang umum, analisa yang induktif akan dideskripsikan.
Tanpa memperhatikan tipe dari penelitian, batasan dari desain harus dijelaskan. Jika batasan tidak digambarkan secara khsusus, pembaca proposal akan berfikir bahwa hasil yang diinginkan peneliti dari studinya tidak akan mungkin.
Untuk eksperimen dan survey, sebagaimana berlaku, kegiatan proyek, bahan materi, dan sebagainya harus dijelaskan pada bagian ini dalam penambahan untuk desain penelitian yang umum:
1.
Pengukuran instrumen untuk digunakan atau dikembangkan
2.
Partisipasi individu pada penelitian dalam konteks sebagai subjeknya
3.
Sampel, desain dan angka
4.
Prosedur eksperimental jika penelitian ini bersifat eksperimen
5.
Prosedur pengumpulan data
6.
Analisa Data
4. Signifikasi
Proposal Penelitian
Meskipun hasil empiris sangat penting, penelitian jarang dilakukan semata-mata hanya untuk menghasilkan sebuah data. Terlepas dari jenis penelitian, studi kasus harus berkontibusi untuk ilmu pengetahuan pada sebuahh area. Kesenjangan pada ilmu pengetahuan dapat disi, dan penelitian ini akan menjawab pertanyaan yang didasarkan oleh penelitian tersebut.
Arti penting dari penelitian
yang diusulkan yang akan dibentuk atas dasar hasil antisipasi yang mungkin dalam bentuk produk atau sebuah proses.
5. Bagian lain
dari Proposal Penelitian
Isi dari proposal penelitian terdapat pada bagian utama atau badan dari proposal atau isi dari proposal, tapi bagian lainnya mungkin penting atau sesuai untuk ditambahkan untuk proposal
yang spesific. Berikut adalah beberapa bagian lain dari proposal penelitian.
·
Halaman Cover
Bagian ini mengandung informasi pembuka pada sebuah proposal: Nama dari
proyek, penulis proposal, dan institusinya. Beberapa agen keuangan mempunyai
standar untuk halaman ini seperti ditambahkan total anggaran.
·
Abstrak
Sebuah abstrak merupakan sebuah pernyataan ringkasan singkat dari
sebuah proposal penelitian. Pada umumnya bagian ini mengandung masalah
yang akan dibawa pada proposal penelitian. Abstrak biasanya terbatas pada
jumlah kata maksimum. Umumnya jarang yang melebihi satu halaman
·
Anggaran
Ketika proposal diajukan untuk agen keuangan, sebuah anggaran merupakan
keharusan. Anggaran biasanya diletakan didekat akhir dari sebuah proposal.
Ketika anggaran disiapkan, penulis proposal harus menggunakan petunjuk dari
agen keuangan dimana proposal akan diserahkan dan juga institusi.
·
Waktu
Sebuah aktivitas penelitian harus dijadwalkan untuk memastikan semua
aktivitas penelitian dikerjakan sesuai dengan waktunya. Sebuah penjadwalan
harus masuk akal.
·
Resume Staf
Bagian ini merupakan ringkasan dari pengalaman, riwayat edukasi, publikasi, dan akticitas penelitian dari seorang individu yang akan bekerja untuk proyek proposal.
·
Lampiran
Jika ada informasi tambahan lainnya sebagai suplemen yang berkaitan dengan isi proposal, bagian ini bisa diletakan pada appendix. Lampiran mengandung informasi yang akan mengalihkan dari kelanjutan proposal jika berada pada bagian badan proposal.
2.
Bagian Utama
dari Laporan Penelitian
Salah satu ciri khas yang membedakan jenis-jenis laporan penelitian adalah panjangnya (jumlah halaman) laporan penelitian tersebut. Sebuah artikel jurnal profesional bisa mempunyai jumlah halaman bervariasi mulai dari 5 halaman sampai dengan 20 halaman. Disertasi dan Technical
Report biasanya lebih tebal, yaitu sekitar 100 halaman.
Laporan penelitian, adalah suatu dokumen tertulis tentang hasil pelaksanaan suatu penelitian yang dibuat secara jelas, disusun menurut metode penulisan dan sistematika tertentu dengan bahasa yang lugas. Pada sebuah laporan penelitian, penulis menggambarkan sebuah penelitian secara utuh. Terdapat diskusi mengenai apa yang dilakukan dalam penelitian, bagaimana penelitian dilakukan, dan hasil serta kesimpulan dari penelitian.
1. Identifikasi Permasalahan
Disertasi memiliki bagian pengenalan riset lebih lengkap berisi pemaparan permasalahan secara detail mengenai sebuah penelitian, dan jika hipotesis sesuai maka akan disertakan juga. Sedangkan Artikel pada sebuah jurnal profesional memiliki pemaparan masalah yang lebih singkat.
Sebagai contoh tentang penelitian yang dilakukan oleh Brand
(2006):
"Specifically,
the storytelling methods include chant (enlisting musical and linguistic
intelligence); felt board and draw talk (enlisting visual-spatial,
mathematical, and naturalistic intelligences); pantomime and character imagery
(enlisting bodily-kinesthetic and naturalistic intelligences); group role
play (enlisting intrapersonal, interpersonal, and musical intelligences); and
puppetry (enlisting visual-spatial and bodily-kinesthetic intelligences).
These stories, told by the teacher and often accompanied by the children, are
used as the foundation upon which sequential and systematic phonics activities
are based."
Hipotesis :
1.
Kelompok anak yang dilatih berdasarkan teori multiple
intelligence yang ada pada literatur akan mendapatkan nilai yang lebih tinggi pada pelafalan dan penamaan kata
2.
Kelompok anak yang dilatih berdasarkan teori multiple
intelligence yang ada pada literatur akan mendapatkan nilai yang lebih tinggi pada materi fonem
3.
Kelompok anak yang dilatih berdasarkan teori multiple
intelligence yang ada pada literatur akan mendapatkan nilai yang lebih tinggi pada pelafalan nonsense
word ( kata asing
4.
Kelompok anak yang dilatih berdasarkan teori multiple
intelligence yang ada pada literatur akan mendapatkan nilai yang lebih tinggi pada penggunaan/pemilihan kata
2. Kajian Literatur
Pada disertasi literatur ditulis pada chapter tersendiri. Untuk bagian kajian literatur, sebuah disertasi dapat mencapai 35 halaman atau bahkan lebih. Sedangkan Pada artikel jurnal, literatur ditulis secara singkat dan tidak memiliki chapter tersendiri, dan digabungkan dengan pendahuluan dan latar belakang permasalahan.
Hal ini dikarenakan keterbatasan jumlah kata atau halaman dalam penulisan sebuah artikel jurnal.
Hal yang perlu diperhatikan :
1.
Kurangi penggunaan quote berlebihan
2.
Literatur yang digunakan berkaitan dengan permasalahan
3.
Penulis dapat menggabungkan beberapa sumber literatur menjadi satu kalimat atau satu topik
3. Prosedur dan
Metode
Methods atau pun metodologi dalam penelitian adalah Sekumpulan peraturan, kegiatan, dan tata cara yang digunakan oleh pelaku. Atau dengan kata
lain merupakan tata cara atau jalan sehubungan dengan adanya penelitian.
Prosedur, ada tiga tahap prosedur penelitian yaitu :
1.
Tahap perencanaan, yaitu tahap di mana sebuah penelitian dipersiapkan
2.
Tahap pelaksanaan merupakan sebuah tahap di mana sebuah penelitian sudah dilaksanakan
3.
Tahap penulisan merupakan tahap di mana sebuah penelitian telah selesai dilaksanakan
4. Gambar
Seperti halnya tabel, pastikan setiap gambar
mempunyai nomor urut dan judul. Buatlah gambar yang Anda gunakan nampak
seperti buatan profesional dan tidak perlu diberi bingkai. Pastikan
gunakan gambar hitam-putih. Gambar dibuat rata tengah. Ingat,
gambar juga harus diacu dalam teks dengan menuliskan seperti, ‘...
jika muncul pesan seperti ditunjukkan pada Gambar 1, maka Macro Security
harus diset Medium’ (gambar ditulis dengan ‘G’ besar). Judul gambar
tidak diakhiri dengan titik. Untuk gambar dengan lebar lebih dari 1
kolom, posisi gambar harus diletakkan di awal atau di akhir halaman, sedangkan
gambar dengan lebar kurang dari 1 kolom penempatannya bebas. Walaupun
begitu, gambar dengan ukuran kecil ini, jangan ditempatkan mendahului kalimat
yang merujuknya, apalagi ditempatkan sebelum judul makalah.
Gambar 1. Judul Gambar, juga
menggunakan sentence case (huruf awalnya besar)
Result
Result adalah produk dari data yang telah dianalisis dan memiliki berbagai
bentuk. Dapat berupa ringkasan pernyataan dari dokumen lain. Ketika analisis
statistik digunakan, deskripsi statistik adalah hasilnya. Sebuah hasil dapat
digambarkan dengan tabel atau gambar. Tabel dapat digunakan secara efektive
untuk ringkasan hasil. Terutama jika hasil yang didapat berisi data statistik
yang besar. Gambar juga dapat digunakan untuk mendiskripsikan sebuah proses.
Adapun chart dapat digunakan untuk visualisasi sebuah hasil.
Conclusions,
Recommendations, and Implications
Bagian
terakhir dari laporan terdiri dari ringkasan, kesimpulan, implikasi dan
rekomendasi untuk penelitian kedepannya. Bagian ringkasan biasanya dimulai
dengan sebuah pernyataan singkat dan beberapa komen tentang metode yang telah
digunakan.
Bagian conclusion seharusnya mengikuti logikal dari result dan seharusnya menghindari pengulangan yang tidak diinginkan dari bagian result.
Salah satu kesalahan umum dalam disertasi adalah penulis tidak menggambarkan kesimpulan, namun hanya mengulang result dan membuat result menjadi kesimpulan.
Result dari penelitian adalah hasil dari analisa data. Kesimpulan adalah bagaimana penulis menggambarkan hasil dari penelitian.Berikut hal yang harus dilakukan dalam mempersiapkan bagian kesimpulan dari laporan penelitian :
1.
Identifikasi semua result penting diurutkan berdasarkan kepentingan
2.
Interpretasi result dengan masalah penelitian dan penelitian yang berhubungan, buat kesimpulan
3.
Diskusikan intepretasi lain dari result dan jelaskan mengapa interpretasi ini kurang dari item nomor 2
4.
Hubungkan result dengan result dari penelitian lain
yang berhubungan
5.
Jelaskan beberapa inkonsistenan antara result anda dan result
lain dari penelitian yang berhubungan
6.
Diskusikan keterbarasan dari studi anda seperti rancangan yang terbatas
7.
Alamatkan validitas eksternal dari kesimpulan
Other sections of Research
Report
Bagian pendahuluan seperti judul halaman, daftar isi dan abstrak sering ditemui disebuah laporan penilitian. Sebuah bibliografi dan appendix sering mengikuti bagian kesimpulan.
“Backmatter” adalah sebuah artikrl yang tidak terdapat daftar isi atau appendix.
Abstract
Abstrak dari sebuah laporan penelitian mirip dengan laporan penelitian. Namun, pada abstrak menjelaskan apa yang telah diselesaikan. Abstrak berisi ringkasan singkat dari hasil penilitian. Untuk panjang abstrak tergantung dengan laporannya. Abstrak harus singkat, jelas dan mudah dipahami.
Adapun hal-hal yang perlu ada dalam abstrak adalah (Fakultas Teknologi Industri,
2007):
1. Masalah yang akan diteliti.
2. Metode yang digunakan dalam penelitian.
3. Hasil yang diperoleh pada penelitian.
4. Kesimpulan.
5. Kata kunci.
Bibliography
and Reference List
Daftar rujukan adalah daftar bahan-bahan yang dirujuk langsung di dalam teks (buku, makalah, majalah, surat kabar, atau media
daring). Karena itu, daftar rujukan kerap digunakan dalam karya-karya akademis agar penguji atau dosen dapat meneliti langsung sumber referensi yang digunakan oleh penulis, contohnya dalam artikel ilmiah di jurnal, makalah, skripsi, disertasi, dan tesis. nomor halaman dari sumber bacaan yang dirujuk langsung.
Daftar Pustaka adalah daftar bacaan yang memperkaya tulisan sehingga tetap dicantumkan penulis dengan atau tanpa dirujuk langsung di dalam teks. Daftar pustaka alhasil memuat semua daftar bacaan sang penulis yang disusun berdasarkan alfabetis, sama halnya dengan daftar rujukan (references), tanpa memuat nomor halaman dari bagian sumber yang dirujuk.
Appendix
Appendix adalah dokumen tambahan yang digunakan untuk melengkapi sebuah laporan atau dokumen. Namun appendix hanya digunakan jika dibuthkan saja. Contoh jika da materi yang tidak tepat jika diletakkan di
main body. Beberapa tipe materi yang bisa diletakkan di
appendix adalah seperti table skor, kuisioner dan lain sebagainya.
Isi dari appendix adalah:
1. Daftar nama file
2. Pesan atau peringatan
3. Daftar Program
4. Daftar formula
5. Tabel atau chart
6. Studi kasus
7. Jurnal atau publikasi lain.
Putting a Report Together
Sebuah laporan penelitian, khususnya laporan yang panjang, jarang sekali ditemukan terkonsep dan tertulis dalam sekali penulisan. Biasanya penulisan laporan dibantu dengan adanya outline. Bagian-bagian dari outline tersebut seringkali memerlukan pengerjaan dan penulisan yang tidak dikerjakan sekali, melainkan membutuhkan revisi. Secara umum, revisi merupakan bagian yang
normal pada penugasan. Laporan biasanya ditambahi oleh penambahan, dan pengurangan. Kritik (dalam konteks positif) dari penulisan awal oleh rekan-rekan yang memiliki pengetahuan terkait dengan laporan dapat sangat membantu. Penjelasan pada laporan mungkin tidak terlalu jelas dan logis seperti yang diduga pada saat awal penulisan, dan kalimat-kalimat yang ambigu dan membingungkan menjadi semakin semu.
Selalu ada beberapa pertimbangan teknis dalam menyiapkan laporan penelitian.
Tata Bahasa yang baik dan benar menjadi hal yang wajib.
Ada format-format yang bisa diterima untuk mempresentasikan konten dalam sebuah laporan. Beberapa institusi dan asosiasi mempunyai syarat-syarat tersendiri mengenai hal tersebut, seperi margin,
format tabel, serta tampilan gambar dan grafik.
Guidelines for Presenting
Papers at Meetings
Sebagai professional, pendidik bertugas untuk berpartisipasi dalam pertemuan atau konferensi professional, contohnya pertemuan organisasi seperti AERA
(American Educational Research Association) dan NCME (National
Council for Measurement in Education). Pada pertemuan-pertemuan tersebut, partisipan mempresentasikan paper mengenai penelitian atau aktivitas professional lainnya dan mengambil bagian dalam simposium. Asosiasi secara khusus mempunyai tugas untuk membuat paper,
yang terbit pada jurnal professional beberapa bulan sebelum pertemuan. Tugas tersebut mencakup bentuk-bentuk yang akan dilengkapi. Sebuah abstrak mengenai peneliatan yang akan dilaporkan mungkin dibutuhkan, bersama dengan informasi lain tentang topik dan orang
yang mempresentasikan. Akan ada sebuah deadline pada tugas tersebut, dan penting untuk diikuti arahan yang disediakan pada surat yang diberikan, sehingga paper yang diusulkan tidak ditolak atas alasan-alasan teknis.
Asumsikan panitia pengulas proposal dari asosiasi menerima pengusulan paper. Berikut adalah pedoman untuk mempersiapkan dan mempresentasikan paper:
1.
Persiapkan draf untuk paper, sehingga penelitian yang terdeskripsi di paper mempunyai bagian penutup.
2.
Estimasikan secara akurat waktu yang dibutuhkan untuk membaca paper.
3.
Carilah satu atau lebih rekan untuk mengkritik draf dari paper.
4.
Persiapkan draf final dari paper.
5.
Antisipasi jumlah pendengar dan persiapkan jumlah Salinan
yang cukup untuk dibagikan saat pertemuan.
6.
Kenali konten dari paper, sehingga dapat dilakukan kontak mata dengan pendengar saat presentasi.
7.
Pada saat pertemuan, pastikan ruangan presentasi yang diberikan mempunyai perlengkapan yang diperlukan.
8.
Hadiri ruangan presentasi lebih awal sehingga Anda dapat bertemu dengan pimpinan dan pemberi presentasi lainnya.
9.
Jika tabel dan grafik akan dibagikan dengan presentasi, atur untuk membuatnya efisien tanpa membuang waktu.
10.
Saat tiba waktunya, presentasikan secara terus terang, dengan kecepatan berbicara yang
normal.
11.
Jika waktu tidak cukup untuk membaca keseluruhan paper, putuskan untuk menghilangkan beberapa bagian, beritahukan pendengar, dan sebutkan bahwa bagian yang dihilangkan dicakup pada salinan yang tersedia.
12.
Biarkan pendengar tahu bahwa salinan paper bisa didapatkan jika tidak dibagikan lebih awal.
Sebagian besar presentasi akan medapatka orang-orang
yang ingin berdiskusi atau bertanggapan lebih lajut terhadap paper. Pada kasus seperti ini, pastikan orang-orang tersebut mendapat salinan dari paper beberapa minggu setelahnya.
Akan sangat memalukan jika orang-orang tersebut tidak lagi menanggapi paper karena paper tidak dikirimkan tepat waktu.
Presentation to Dissertation
and Thesis Committes
Ada dua (2) poin pada program kelulusan saat presentasi diberikan kepada panitia kelulusan fakultas:
(1) Pembelaan terhadap proposal disertasi (thesis) dan (2) Pembelaan terhadap disertasi (thesis) itu sendiri. Meskipun ini merupakan presentasi secara lisan, namun ini sangat berbeda dengan presentasi paper pada pertemuan professional.
Di satu sisi, presentasi panitia berjalan lebih lama; untuk disertasi biasanya membutuhkan waktu 2
jam. Pendengar biasanya sedikit, 3 atau 4 anggota panitia untuk disertasi setidaknya 2 untuk thesis. Anggota panitia biasanya memiliki interaksi untuk dipertimbangkan dengan kandidat.
Mengetahui isi penelitian mencakup kemampuan untuk mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang relevan.
Tanya-jawab oleh anggota panitia biasanya akan berjalan ke arah yang setidakya dapat diprediksi. Pertanyaan-pertanyaan tertentu akan menuntun Anda ke pertanyaan berikut, dan meskipun pertanyaan pasti yang mungkin tidak diantisipasi sebelumnya,
para kandidat harus mempunyai pendapat yang bagus mengenai konten mereka. Berkenaan dengan pertanyaan, berikut adalah hal-hal yang disarankan untuk dilakukan:
1.
Dengarkan pertanyaan dengan telit dan jawab pertanyaan tersebut. Seringkali pada kandidat memberikan tanggapan yang sudah dipersiapkan tanpa memperhitungkan lebih dulu kesesuaian tanggapan dengan pertanyaan yang diberikan.
2.
Tanggapi pertanyaan secara ringkas namun lengkap. Pada pembelaan disertasi, arahkan ke hasil penelitian jika sesuai.
3.
Jika Anda tidak memahami pertanyaannya, mintalah pengulangan atau uraian yang lebih jelas dari pertanyaanya.
4.
Jika Anda tidak mengetahui jawaban dari pertanyaannya, jawablah tidak tahu. Jangan mencoba untuk mengelabui melalui tanggapan yang tidak sesuai.
5.
Rumuskan tanggapan di pikiran Anda dan pilih kata-kata untuk diucapkan dengan hati-hati. Jangan terburu-buru untuk menanggapi. Gunakan istilah-istilah yang tepat dan sesuai.
Secara keseluruhan, pembelaan dari proposal penelitian atau disertasi haruslah merupakan pengalaman belajar untuk para kandidat.
Hal tersebut memberikan kesempatan bagi kandidat untuk mendapatkan pengelaman diskusi professional tingkat tinggi. Sebagian besar kandidat merasa terlalu cemas dengan pengalaman ini, meskipun mereka sudah mengerti. Pembimbing atau professor utama tidak mungkin meneruskan pertemuan jika kandidat tidak siap dengan hal tersebut. Ingatlah bahwa kandidat adalah orang
yang memiliki pengetahuan paling luas mengenai penelitiannya dibandingkan dengan semua orang
yang berpartisipasi pada pembelaan tersebut.
Summary
Berkomunikasi mengenai penelitian secara umum adalah menyimpulkan aktivitas dari sebuah proyek penelitian. Pastinya, sebagian besar tentang penelitian berbentuk tulisan, baik itu dalam bentuk proposal untuk penelitian yang dimaksud atau sebagai laporan penelitian dari penelitian yang sudah selesai.
Menulis laporan penelitian dapat dilakukan dalam berbagai macam bentuk. Beberapa bentuk umum di antaranya adalah artikel dalam jurnal professional, laporan penelitian, disertasi, dan paper yang dibagikan pada pertemuan organisasi professional. Bentuk untuk beberapa tingkat akan menentukan secara spesifik bagaimana laporan penelitian dituliskan. Secara umum, laporan penelitian membahas isu-isu berikut:
·
Apa konteks dari penelitian?
·
Bagaimana penelitian dilakukan?
·
Apa hasilnya?
·
Apa yang menjadi kesimpulan atau makna dari penelitian?
Sebuah proposal untuk sebuah penelitian menyediakan sebuah konteks dan mendeskripsikan bagaimana penelitian akan dilakukan.
Proposal mungkin saja dipersiapkan untuk lembaga donor, dan ketika ini dilakukan mereka harus mengikuti spesifikasi dari lembaga donor tersebut. Sebuah proposal pembujukan dari suatu lembaga serigkali mendistribusikan sebuah RFP
(Request for Proposals). Ini merupakan sebuah dokumen yang medeskripsikan tipe dari penelitian yang sedang diminta dan terdiri atas spesifikasi dari proposal.
Berkomunikasi mengenai penelitian baik melalui sebuah laporan ataupun presentasi, penting untuk mempunyai deskripsi yang terorganisir sehingga menjadi logis dan dapat dimengerti. Gunakan istilah-istilah yang sesuai dengan lingkup yang dideskripsikan. Laporan, baik yang diterbitkan dalam bentuk tertulis ataupun dipresentasikan, secara khusus membutuhkan pembetulan dan perbaikan. Ulasan dari rekan-rekan akan sangat membantu. Mempersiapkan laporan penelitian yang baik merupakan sebuah tugas yang membutuhkan waktu dan upaya yang cukup besar dan harus diakui seperti itu.
PUSTAKA
Wiersma, W., and Jurs, S.G.
(2009). Research Methods in Education, an introduction (9th ed.). Boston
: Pearson.
No comments:
Post a Comment