Educational Research Its Nature and Characteristics
1. The Nature of Educational Research
Penelitian pada dasarnya merupakan sebuah aktivitas dan proses yang dilakukan dengan berbagai macam prosedur, karakteristik yang umum dapat membantu mendefinisikan keasliannya.1.1. The Empirical Nature
Sebuah pendekatan empiris yang kuat, secara teknis Empirical Nature adalah konsep dari semua ilmu pengetahuan yang dibagi dari pengalaman yang datang dari observasi dan eksperimen. Tetapi pengalaman ini harus dapat menyimpulkan informasi, sehingga bisa diproses menjadi ilmu pengetahuan.
1.2. The Systematic Process of Research
Penelitian adalah sebuah proses dan hal tersebut dilakukan didalam penelitian yang sistematis. Mc Milan mendefinisikan proses yang sistematis merupakan proses mendapatkan dan menganalisa informasi atau data untuk tujuan tertentu.
1.3. The Validity of Educational Research
Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.
a. Internal Validity
Internal Validity merupakan hasil yang dapat diintrepretasikan ke akuratannya
b. External Validity
External Validity merupakan hasil yang dapat digeneralisasikan ke populasi.
1.4. The Reliability of Educational Research
Reabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Bila suatu alat pengukur digunakan dua kali untuk mengukur hal yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh sama, maka alat pengukur tersebut dapat dipercaya. Dengan kata lain realibility menunjukan konsistensi suatu alat pengukur pada gejala yang sama.
1.5. Research Has a Variety of Paradigms
Semua yang biasa diobservasi didalam kelas untuk mengontrol kondisi didalam sebuah labolatorium belahar merupakan penelitian. Berikut merupakan paradigma yang populer:
a. Positivist
Para peneliti menggunakan metode scientific ketika melakukan penelitian. Ini merupakan realita dan merupakan tugas seorang peneliti untuk menjelajahinya.
b. Post-positivist
Postpositivist percaya bahwa hubungan variable penelitian dapat mempengaruhi nilai, teori, dan kondisi yang tidak termasuk dalam studi penelitian.Tujuan mereka untuk mengeliminasi penjelasan alternatif untuk hasilnya.
c. Constructionist
Berbeda dengan positivist dan postpositivitist, construction tidak dimulai dengan teori untuk dites, tetapi mengembangkan teori untuk diuji pada data.
d. Transformative
Peneliti yang transformatif menggunakan pendekatan politik dan menghitung perbedaan dalam meneliti. Sehingga kita mengerti kebenaran dari temuan untuk semua subgrup
2. Classification of Educational Research
Banyak cara untuk mengklasifikasi penelitian edukasidan autor menggunakan sistem klasifikasi dengan derajat kompleksitas yang berbeda-beda.2.1. Basic and Applied Research
Tujuan dari Applied Research untuk mengatasi masalah praktis dan menengah, kemudian tujuan dari Basic Research memiliki orientasi yang lebih general, menambahkan disiplin ilmu pengetahuan.
2.2. Qualitative and Quantitative Research
Penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang lebih difokuskan pada pemahaman fenomena sosial dari sudut pandang pertisipan. Penelitian kualitatif tidak dapat diukur menggunakan prosedur-prosedur statistik. Kemudian penelitian kuantitatif adalah metode penlitian yang bersifat deskriptif dan menggunakan prosedur-prosedur statistik.
2.3. General Methods of Research
Berikut merupakan metode-metode yang general dalam sebuah penelitian:
a. Experimental Research
b. Quasi-Experimental Research
c. Non-Experimental Research
d. Historical Research
e. Ethnographic Research
No comments:
Post a Comment